LESSON STUDY – Sebuah Model Pembinaan Guru

LESSON STUDY – Sebuah Model Pembinaan Guru

 

Lesson Study sebagai Model Pembinaaan Guru

Lesson Study merupakan kerja kolektif sekelompok guru (atau anggota MGMP), bisa dengan mahasiswa dan dosen. Pembuatan rencana pembelajaran (planning) dapat dikerjakan secara bersama-sama, diimplementasikan dengan menunjuk salah satu anggota sebagai guru model, guru lain dan pakar bertindak sebagai observer, kemudian dari hasil observasi tersebut dianalisis (melalui tahapan reflecting) secara bersama-sama.

 

Lesson study mempunyai pengertian belajar pada suatu pembelajaran. Seseorang (guru atau calon guru) bisa belajar tentang bagaimana melakukan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu melalui tampilan pembelajaran yang ada (live/real atau rekaman video). Guru bisa mengadopsi metode, teknik, ataupun strategi pembelajaran, penggunaan media, dan sebagainya yang diangkat oleh guru penampil untuk ditiru atau dikembangkan di kelasnya masing-masing. Guru lain/pengamat perlu melakukan analisis untuk menemukan positif-negatifnya kelas pembelajaran tersebut dari menit ke menit. Hasil analisis ini sangat diperlukan sebagai bahan masukan bagi guru penampil untuk perbaikan atau lewat profil pembelajaran tersebut, guru/pengamat bisa belajar atas inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru lain.

 

Lesson study dapat dipandang sebagai model pembinaan guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. Mengapa demikian? Pada tahap penyusunan perencanaan (planning), sekelompok guru dan seorang pakar berdiskusi tentang :

1. Kondisi dan lingkungan siswa serta fasilitas yang tersedia.

2. Rumusan kompetensi apa yang harus dimiliki siswa serta merumuskan indikator-indikator pencapaiannya

3. Penentuan materi pelajaran yang berkenaan, antara lain :

a. pokok-pokok materi dan uraian masing-masing pokok materi,

b. urutan sajian materi pelajaran,

c. sajian materi yang disesuaikan dengan lingkungan siswa atau materi lokal atau yang berkaitan dengan life skill atau yang berkaitan dengan keimanan/agama,

d. pemilihan/penyusunan soal-soal latihan, soal-soal yang berkaitan dengan problem-solving dalam rangka penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan soal-soal untuk tes formatif.

4. Pemilihan metode/strategi pembelajaran inovatif yang menyenangkan dan memotivasi belajar siswa.

5. Pemilihan media/alat peraga pembelajaran dan pengadaannya.

6. Petunjuk guru dalam praktek pembelajarannya (teaching guide).

7. Penentuan indikator-indikator proses pembelajaran yang dikatakan berhasil.

8. Model Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Acara Pembelajaran (SAP). Ada banyak model/format RP/SAP, mana yang perlu dipilih? Hal-hal apakah yang penting dan merupakan prinsip-prinsip dalam penyusunan RP/SAP, sehingga seorang guru dapat memahami dan menerapkannya dalam pembelajaran.

 

Materi-materi diskusi tersebut dapat diangkat sebagai materi pelatihan yang senantiasa aktual, mengingat kompleksnya perkembangan pengetahuan dalam dunia yang senantiasa berkembang. Sehingga dalam suatu kelompok guru yang merasa tertantang dengan suatu permasalahan pembelajaran dapat mengundang pakar yang dipandang dapat memberi pemecahan permasalahan tersebut. Selanjutnya, pada tahap implementasi dapat langsung diamati oleh observer, yang selanjutnya pada tahap refleksi dapat didiskusikan, apakah yang telah direncanakan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, atau ada hal-hal dalam perencanaan tersebut yang perlu diperbaiki, atau hal-hal lainnya tentang pembelajaran yang telah dilakukan, baik dari segi siswa maupun guru.

 

Keberhasilan lesson study dapat dilihat pada dua aspek pokok, yaitu: perbaikan pada praktek pembelajaran oleh guru, dan meningkatkan kolaborasi antar guru. Pertama, lesson study memberikan banyak hal yang menurut para peneliti dianggap efektif dalam merubah praktek pembelajaran, seperti : 1. penggunaan materi pembelajaran yang konkret untuk memfokuskan pada permasalahan yang lebih bermakna, 2. mengambil konteks pembelajaran dan pengalaman guru secara eksplisit, dan 3. memberikan dukungan pada kesejawatan guru.

Dengan kata lain, lesson study memberikan banyak kesempatan kepada para guru untuk membuat bermakna ide-ide pendidikan dalam praktik mengajar mereka, untuk merubah perspektif mereka tentang pembelajaran, dan untuk belajar melihat praktek mengajar mereka dari perspektif siswa. Dalam lesson study, kita melihat apa yang terjadi dalam pembelajaran lebih objektif dan itu membantu kita memahami ide-ide penting dalam memperbaiki proses pembelajaran.

 

Kedua, lesson study juga mempromosikan dan mengelola kerja kolaboratif antar guru dengan memberi dukungan dan intervensi sistematik. Selama lesson study, para guru berkolaborasi untuk: 1. merumuskan kompetensi yang harus dimiliki siswa sebagai dasar untuk pengembangan belajar siswa; 2. merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berdasar pada hasil penelitian dan observasi, agar siswa memiliki kompetensi yang telah dirumuskan. 3. mengobservasi secara hati-hati tingkat belajar siswa, keterlibatan mereka, dan perilaku mereka selama pembelajaran; 4. melaksanakan diskusi setelah pembelajaran bersama dalam kelompok kolaboratif mereka untuk mendiskusikan dan merevisi rencana pembelajaran.

 

Lesson study sebagai suatu strategi dalam meningkatkan keprofesionalan guru oleh para guru, yang sudah tentu merupakan gerakan dari para guru untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, perlu komitmen dari para guru yang didukung oleh kebijakan para pengambil keputusan, agar gerakan itu terwujud. 

 

Wang-Iverson dan Yoshida (2005) juga mengemukakan definisi dan hal-hal yang terkait dengan lesson study sebagai berikut.

1. Lesson study (jugyokenkyu) is a form of long-term teacher-led professional learning, developed in Japan, in which teachers systematically and collaboratively conduct research on teaching and learning in classroom in order to enrich students’ learning experiences and improve their own teaching.

2. A lesson study cycle generally involves a team of teachers planning collaboratively based upon a research theme, implementing the lesson in the classroom, collecting observation data, reflecting upon and discussing the data, and developing a record of their activity.

3. Lesson study is more than a studying instructional materials and developing useful lessons. It also explores ideas for improved teaching that bring out students’ thinking and thinking processes, helps students to develop mental images for solving problem and understanding the topic, and expands those skills and abilities.

4. Lesson study is a comprehensive approach to professional learning that helps teachers develop ways of:

a) thinking about learning and teaching in the classroom

b) planning lessons

c) observing how students are thinking and learning and taking appropriate actions

d) reflecting on and discussing teaching

e) identifying and recognizing knowledge and skills necessary to improve their practice and seek new solutions.

 

5. Lesson study supports teachers in becoming lifelong learners about how to develop and improve teaching and learning in the classroom.

 

 

Kata kunci: lesson study, model pembinaan guru

About these ads

4 responses to “LESSON STUDY – Sebuah Model Pembinaan Guru

  1. saya sangat sependapat, pembinaan guru melalui Lesson study lebih efektif mengubah kebiasaan guru mengajar secara tradisional.

  2. bagi guru yang senang mengajar konvensional, ya malas pak, mengapa harus ribet-ribet. inilah kurang lebih 70 % guru Indonesia sekarang ini

  3. memang sangat tepat melalui Lesson Study pembinaan bagi guru agar menjadi guru kreatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s