Konstruktivisme-Struktur Kognitif (Sekilas Pandang)

Konstruktivisme-Struktur Kognitif (Sekilas Pandang)

 

Mengajar tidak secara otomatis menjadikan siswa belajar. Tugas guru dalam mengajar antara lain adalah membantu transfer belajar. Tujuan transfer belajar ialah menerapkan hal-hal yang telah dipelajari pada situasi baru, artinya apa yang telah dpelajari itu dibuat umum sifatnya. Melalui penugasan dan diskusi kelompok misalnya, seorang guru dapat membantu transfer belajar. Oleh karena itu fakta, prinsip, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk terjadinya transfer belajar sudah dikuasai oleh siswa yang sedang belajar.

 

Biggie, 1989, merangkum perbedaan penting antara teori belajar perilaku dengan teori belajar kognitif. Seorang guru penganut teori belajar perilaku berkeinginan mengubah perilaku siswanya, sedangkan guru yang menganut teori belajar kognitif ingin mengubah struktur kognitif (pemahaman) siswanya.

 

Sesungguhnya ada dua kutub dalam pendidikan saat ini, yaitu tabula rasa dan konstruktivisme. Menurut rujukan tabula rasa, siswa diibaratkan kertas putih yag ditulisi apa saja oleh gurunya atau ibarat wadah kosong yang dapat diisi apa saja oleh gurunya. Dengan pendapat ini seakan-akan siswa bersifat pasif dan memiliki keterbatasan dalam belajar. Menurut rujukan konstruktivisme, setiap orang yang belajar sesungguhnya membangun pengetahuannya sendiri. Jadi siswanya dapat aktif dan terus meningkatkan diri dalam kondisi tertentu.

 

Struktur kognitif seseorang pada suatu saat meliputi segala sesuatu yang telah dipelajari oleh seseorang (Ausubel dalam Kalusmeier, 1994). Hasil belajar sendiri dapat dikelompokkan menjadi (1) informasi verbal; (2) keterampilan; (3) konsep, prinsip, dan struktur pengetahuan; (4) taksonomi dan keterampilan memecahkan masalah; (5)strategi belajar dan strategi mengingat. Seluruh hal itu dipelajari “initially”, direpresentasikan secara internal, diatur dan disimpan dalam bentuk “images”, simbol dan makna. Struktur kognitif mengalami perubahan sejak lahir dan maju berkelanjutan sebagai hasil proses belajar dan pendewasaan/kematangan. Konsep, prinsip, danstruktur pengetahuan (termasuk taksonomi dan hierarkinya), pemecahan masalah merupakan hasil belajar yang penting dalam ranah kognitif.

 

konstruktivisme-6 keunggulan penggunaan pandangan konstruktivisme dalam pembelajaran

 

Kata kunci: struktur kognitif, konstruktivisme, teori belajar perilaku, teori belajar kognitif, ausubel, tabula rasa

konstruktivisme perubahan konsepsi

About these ads

6 responses to “Konstruktivisme-Struktur Kognitif (Sekilas Pandang)

  1. Pingback: Konstruktivisme–6 Keunggulan Penggunaan Pandangan Konstruktivisme dalam Pembelajaran « Pembelajaran Guru

  2. Pingback: Konstruktivisme-Perubahan Konsepsi « Pembelajaran Guru

  3. bila waktu bisa kunjungi:
    http://pkab.wordpress.com/category/contoh/pembelajaran/konstruktivisme-pembelajaran-contoh/
    untuk mendapatkan beberapa artikel mengenai konstruktivisme yang dihubungkan dengan Peta Konsep.

    semoga bermanfaat.
    salam,
    sur

    Konsep Belajar Dalam Dunia Pendidikan

    Constructive Recollection

    Constructivism

    Implementasi Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Siswa

    Constructivism as a Paradigm for Teaching and Learning (Part 1)

  4. thanks for this article, it’s help me to do my paper………

  5. saya mahasiswa keguruan n saya sangat tertarik dengan model pembelajaran ini.

  6. tengkiyuuuuuu……artikel ini membantu saya nyelesaikan tugas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s