Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Perencanaan (Plan)

Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Perencanaan (Plan)


 


Pada tahap perencanaan (plan) beberapa bagian penting yang perlu didokumentasikan adalah kegiatan sebagai berikut: (1). prasurvei yang


dimaksudkan untuk mengetahui secara detail kondisi yang terdapat di suatu kelas yang akan diteliti. Bagi pengajar yang bermaksud melakukan perbaikan di kelas yang menjadi tanggung jawabnya tidak perlu melakukan prasurvai karena berdasarkan pengalamannya selama dia di depan kelas sudah secara cermat dan pasti mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapinya, baik yang berkaitan dengan kemajuan siswa, sarana pengajaran maupun sikap siswanya. Dengan demikian para guru yang sudah akan mengetahui kondisi kelas yang sebenarnya.(2). Diagnosis


yang dilakukan oleh guru lain yang tidak terbiasa mengajar di kelas yang dijadikan sasaran kegiatan. Mereka perlu melakukan diagnosis atau dugaan – dugaan sementara mengenai timbulnya suatu permasalahan yang muncul di dalam satu kelas. Dengan diperolehnya hasil diagnosis, akan dapat ditentukan berbagai hal, misalnya strategi pengajaran, media pengajaran, dan materi pengajaran yang tepat dalam kaitannya dengan implementasinya lesson study. (3) Perencanaan kegiatan, dalam penentuan perencanaan dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu perencanaan


umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait dengan lesson study. Sementara itu, perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari tahapn kegiatan ke tahapan berikutnya. Oleh karena itu dalam perencanaan khusus ini tiap kali dapat dilakukan perencanan ulang (replanning). Hal–hal yang direncanakan di antaranya terkait dengan pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik atau strategi pembelajaran, media dan materi pembelajaran, dan sebagainya. Perencanaan dalam hal ini kurang lebih hampir sama dengan apabila kita menyiapkan suatu kegiatan belajar – mengajar.


 


Bagi seorang guru tahapan perencanaan ini penting dalam upayanya untuk memperbaiki dan/atau meningkatkan layanan pembelajaran secara lebih professional, guru dituntut keberaniannya untuk mengatakan secara jujur khususnya kepada dirinya sendiri mengenai sisi – sisi lemah yang masih terdapat dalam implementasi program pembelajaran yang dikelolanya . dengan kata lain guru garus mampu merefleksi, merenung, serta berpikir balik, mengenai apa saja yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi sisi –sisi lemah yang mungkin ada. Dalam proses perenungan ini terbuka peluang bagi guru untuk menemukan kelemahan – kelemahan praktek pembelajaran yang selama ini selalu dilakukan secara tanpa disadari. Oleh karena itu untuk memanfaatkan secara maksimala potensi lesson study bagi perbaikan proses pembelajaran, guru perlu memulainya sedini mungkin merasakan adanya persoalan – persoalan dalam proses pembelajaran.


 


Dengan kata lain permasalahan yang diangkat dalam lesson study harus benar–benar merupakan masalah–masalah yang dihayati oleh guru dalam praktek pembelajaran yang dikelolanya, bukan permasalahan yang disarankan apalagi ditentukan oleh pihak luar. Permasalahan tersebut dapat berangkat bersumber dari siswa, guru, bahan ajar, kurikulum, interaksi pembelajaran, dan hasil belajar siswa.


 


Pada tahap diagnosisi guru juga bisa merinci proses penemuan permasalahan tersebut dengan bertolak dari gagasan – gagasan yang masih bersifat umum mengenai keadaan yang perlu diperbaiki. Untuk mendorong pikiran–pikiran dalam mengembangkan fokus lesson study, kita bisa bertanya kepada diri sendiri, misalnya:


 


Apa yang sedang terjadi sekarang?


 


Apakah yang terjadi itu mengandung permasalahan?


 


Apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya?


 


Bila pertanyaan tersebut telah ada dalam pikiran guru sebagai pemeran utama lesson study, maka langkah dapat dilanjutkan dengan mengembangkan beberapa pertanyaan sepeerti dibawah ini:


 


Saya berkeinginan memperbaiki …………………


 


Beberapa orangkah yang merasa kurang puas tentang …..


 


Saya dibingungkan oleh…………………………..


 


Saya memilih untuk menguji cobakan di kelas gagasan tentang;


 


Dan seterusnya.


 


Pada tahap ini yang paling penting adalah menghasilkan gagasan – gagasan yang awal mengenai permasalahan aktual yang dialami guru di kelas.


Dengan berangkat dari gagasan – gagasan awal tersebut guru dapat berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan dengan menggunakan lesson study.


 


Jika mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi permasalahan, guru dapt meminta bantuan pada rekan seasama guru, berdiskusi dengan mitranya dan/atau melacak sumber – sumber kepustakan yang relevan . Namun para koleganya itu perlu memaklumi bahwa ada kemungkinan guru yang bersangkutan akan lebih terfokus pada kesulitannya daripada kepada tujuan dan perubahan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.


 


Bila menghadapi hal seperti ini guru perlu diajak mendalami lebih jauh permasalahn yang dihadapi. Mitra harus siap menjadi pendengar yang lebih baik dan terbuka agar semua permasalahan yang dihadapi guru di dalm tugasnya dapat diidentifikasi. Sebaliknya mitra itu harus berupaya keras. agar tidak terperosok dan menempatkan diri sebagai pembina atau pengarah. Sebab ia juga ada posisi membutuhkan kesempatan belajar baik dalam memahirkan diri dalam lesson study maupun dalam mengakrabi lapangan.


 


Selanjutnya setelah memperoleh sederet permasalahan melaui proses identifikasi ini, maka guru kelas sendirian atau dengan bermitra guru lain melakukan analisis terhadap permasalahan – permasalahan tersebut untuk menentukan urgensi penyelesaiaanya. Dalam hubungan ini akan muncul permasalahan yang sangat mendesak untuk diatasi seperti misalnya penguasaan materi tertentu, atau yang dapat ditunda pengatasannya tanpa kerugian yang besar, seperti misalnya kemampuan membaca peta buta. Pilih permasalahan yang dirasa penting oleh guru sendiri dan muridnya, atau topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang diprogramkan oleh sekolah. Jangan memilih masalah yang berada di luar kemampuan dan/atau kekuasaan guru untuk mengatasinya. Pilih dan tetapkan permasalahn yang skalanya cukup kecil dan terbatas (manageable). Usahakan untuk bekerja secara kolaboratif dalam pengembangan fokus penelitian. Kaitkan lesson study yang akan dilakukan denga prioritas – prioritas yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah.


 


Tidak perlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa analisis masalah perlu dilakukan secara cermat, sebab keberhasilan pada tahap analisis masalah akan


menentukan keberhasilan keseluruhan proses pelaksanaan lesson study. Jika lesson study berhasil dilaksanakan dengan membawa kemanfaatan yang dapat dirasakan oleh guru dan sekolah (intrinsically rewarding). Maka keberhasilan ini akan menjadi motivasi bagi guru untuk meneruskan uasahanya di masa – masa yang akan datang. Disamping itu temuan – temuan yang dihasilkan melalui lesson study itu akan menarik bagi guru lain yang belum mengikuti program lesson study untuk juga mencoba melaksanakannya.


 


Kata kunci: lesson study, tahap perencanaan (plan), fokus pengambilan gambar

Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Pelaksanaan (do)

Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Pelaksanaan (do)

 

Tahap pelaksanaan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan,

materi apa yang di ajarkan atau dibahas dan sebagainya. Pada tahap pelaksanaan (do) dilaksanakan kegiatan sebagai berikut: guru model melakukan pembelajaran sedang guru lain sebagai observer. Pada tahap yang disebut implementasi ini guru model secara mandiri melaksanakan pembelajaran dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran yang akan dikembangkan dan diwajibkan melaksanakan penilaian afektif disamping penilaian lainnya. Observer mencatat jalannya pembelajaran dimana observasi ini difokuskan pada “bagaimana siswa belajar” pada setiap tahapan pembelajaran. Observer melakukan observasi dan dan analisis kegiatan pembelajaran guna mengidentifikasi apakah para siswa telah belajar sesuai dengan yang diharapkan. Pengamatan, observasi atau monitoring dapat dilakukan oleh guru mitra atau kolaborator, yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat memonitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas. Misalnya mengenai kinerja guru, situasi kelas, perilaku dan sikap siswa, penyajian atau pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan, dan sebagainya. Semua anggota tim pelaksana diharapkan melakukan observasi dengan mengembangkan “the eyes to see student” dan tim dokumentasi melakukan perekaman terhadap jalannya pembelajaran yang difokuskan pada aktivitas belajar siswa baik secara kelompok maupun individual. Continue reading

LESSON STUDY : DASAR PEMIKIRAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

LESSON STUDY : DASAR PEMIKIRAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

 

Apa yang dimaksud dengan perangkat pembelajaran dalam lesson study ? Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran atau digunakan pada tahap tindakan (do) dalam kegiatan lesson study.

 

Apa tujuan penyusunan perangkat pembelajaran ? Lesson study adalah kegiatan yang direncanakan, dilakukan dan dinilai bersama oleh kelompok lesson study. Keberhasilan dan kegagalan kegiatan adalah tanggung jawab bersama semua anggota kelompok. Oleh karena itu tujuan penyusunan perangkat pembelajaran adalah agar segala sesuatu yang telah direncanakan bersama dapat tercapai.

 

Bagaimana menyusun perangkat pembelajaran dalam lesson study ? Pembelajaran merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi siwa , baik potensi akademik, potensi kepribadian dan potensi sosial ke arah yang lebih baik menuju kedewasaan. Dalam proses ini diperlukan perangkat pembelajaran yang disusun dan dipilih sesuai dengan kompetensi yang akan di kembangkan.

 

Apakah perangkat pembelajaran lesson study berbeda dengan perangkat pembelajaran biasa? Pada dasarnya perangkat pembelajaran lesson study tidak berbeda dengan perangkat pembelajaran yang biasa disiapkan oleh masing-masing guru di sekolah. Namun karena pembelajaran dalam program lesson study dirancang untuk keperluan peningkatan pembelajaran yang inovatif dan melibatkan kelompok guru serta dimungkinkan untuk dijadikan sebagai ajang penelitian tindakan kelas, maka dalam perencanaannya perangkat pembelajaran harus disusun bersama (kelompok guru), secara seksama, sistematis dan terukur. Continue reading

Lesson Study: Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pembuatan fim dokumentasi

Lesson Study: Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pembuatan fim dokumentasi

 

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pembuatan fim dokumentasi lesson study adalah sebagai berikut:

1. Penyamaan Visi.

Proses ini adalah sangat penting dilakukan karena inilah dasar dari koordinasi kegiatan dokumentasi. Pembuat film bersama-sama guru dan

siswa harus mempunyai pandangan yang sama terhadap produksi ini. Penyamaan visi ini meliputi: Kegiatan ini bertujuan membantu guru dan

siswa. Kepentingan siswa merupakan kepentingan utama. Mengacu kepada biaya produksi yang kecil

 

2. Riset dan Pengembangan Ide.

Pada proses ini kita menentukan: Masalah yang akan diangkat Jumlah materi/data yang tersedia dan yang akan digali dari pembuatan

lesson study ini Pihak yang dituju lesson study. Analisa permasalahan dan kelemahan yang ada Alur proses pembuatan lesson study Konsolidasi

dengan guru dan siswa tentang pelaksanaannya di kelas. Continue reading

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Problem Based Instructions (Pembelajaran Berdasar Masalah), Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Problem Based Instructions (Pembelajaran Berdasar Masalah), Direct Instruction (Pembelajaran Langsung)

 

Model pembelajaran ini bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir di kalangan siswa lewat latihan penyelesaian masalah, oleh sebab itu siswa dilibatkan dalam proses maupun perolehan produk penyelesaiannya. Dengan demikian model ini juga akan mengembangkan keterampilan berpikir lewat fakta empiris maupun kemampuan berpikir rasional, sehingga latihan yang berulang-ulang ini dapat membina keterampilan intelektual dan sekaligus dapat mendewasakan siswa. Siswa berperan sebagai self-regulated learner, artinya lewat pembelajaran model ini siswa harus dilibatkan dalam pengalaman nyata atau simulasi sehingga dapat bertindak sebagai seorang ilmuwan atau orang dewasa. Model ini tentu tidak

dirancang agar guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa, tetapi guru perlu berperan sebagai fasilitator pembelajaran dengan upaya memberikan dorongan agar siswa bersedia melakukan sesuatu dan mengungkapkannya secara verbal. Adapun dalam model pembelajaran kooperatif ini peran guru yang dapat ditampilkan antara lain : Continue reading

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

 

Pada Cooperative Learning siswa bekerja bersama-sama dalam team yang beranggotakan 4 atau 5 siswa. Cooperative Learning is a succesful teaching strategy in wich small teams, each with students of different levels of ability, use a variety of learning activities to improve the understanding of a subject. Each members of a team is responsible not only for learning what is taught but also for helping teammates learn, yhus creatung an atmosphere of achievement. (http://www.ed.gov). Pada definisi tersebut terkandung pengertian bahwa dalam belajar kooperatif

banyaknya anggota kelompok kecil, kemampuan anggota-anggota kelompok yang berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman diri. Setiap anggota kelompok tidak hanya bertanggung jawab pada belajar sendiri tetapi juga membantu teman satu team yang lain dalam belajar, sehingga tercipta suasana sukses. Continue reading

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Model-Model Pembelajaran

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA DI SEKOLAH DAN ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA – Model-Model Pembelajaran

 

 Model pembelajaran didefinisikan sebagai suatu pola pembelajaran yang dapat menerangkan proses, menyebutkan dan menghasilkan lingkungan belajar tertentu sehingga siswa dapat berinteraksi yang selanjutnya berakibat terjadinya perubahan tigkah laku siswa secara khusus. Melalui pemahaman berbagai model pembelajaran yang banyak dikembangkan di kelas, seorang guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran lewat pemikiran di belakang meja sebelum yang bersangkutan menghadapi siswa. Model pembelajaran dapat membantu guru dalam penguasaan kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan upaya mengubah tingkah laku siswa sejalan dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini

berarti model pembelajaran diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas. Umumnya model pembelajaran yang dikembangkan memiliki berbagai jenis sumber dan pengembangnya, yang secara umum akan membedakan pendekatan yang Continue reading