Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Pelaksanaan (do)

Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Pelaksanaan (do)

 

Tahap pelaksanaan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan,

materi apa yang di ajarkan atau dibahas dan sebagainya. Pada tahap pelaksanaan (do) dilaksanakan kegiatan sebagai berikut: guru model melakukan pembelajaran sedang guru lain sebagai observer. Pada tahap yang disebut implementasi ini guru model secara mandiri melaksanakan pembelajaran dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran yang akan dikembangkan dan diwajibkan melaksanakan penilaian afektif disamping penilaian lainnya. Observer mencatat jalannya pembelajaran dimana observasi ini difokuskan pada “bagaimana siswa belajar” pada setiap tahapan pembelajaran. Observer melakukan observasi dan dan analisis kegiatan pembelajaran guna mengidentifikasi apakah para siswa telah belajar sesuai dengan yang diharapkan. Pengamatan, observasi atau monitoring dapat dilakukan oleh guru mitra atau kolaborator, yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat memonitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas. Misalnya mengenai kinerja guru, situasi kelas, perilaku dan sikap siswa, penyajian atau pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan, dan sebagainya. Semua anggota tim pelaksana diharapkan melakukan observasi dengan mengembangkan “the eyes to see student” dan tim dokumentasi melakukan perekaman terhadap jalannya pembelajaran yang difokuskan pada aktivitas belajar siswa baik secara kelompok maupun individual.

 

Dilihat dari sudut lain, alternative tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan dalam arti perbaikan yang bakal terjadi jika suatu tindakan dilakukan. Misalnya jika kebiasaan membaca ditingkatkan melalui penugasan mencari kata atau istilah serapan, perbendaharaan kata akan meningkat dengan rata – rata 10 % setiap bulannya. Dari contoh ini, hipotesis tindakan merupakan tindakan yang diduga akan dapat memecahkkan masalah yang ingin diatasi dengan penyelenggaraan lesson study.

 

Bentuk umum rumusan hipotesis tindakan berbeda dengan hipotesisa formal. Jika hipotesis penelitian formal menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau menyatakan adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih, maka hipotesis tindakan tidak mengatakan demikian, tetapi mengatakan percaya tindakan kita akan merupakan suatu solusi yang dapat memecahkan permasalahan yang diteliti sebagai contoh lain, pelibatan orang tua dalam perencanaan kegiatan akademik sekolah akan berdampak menungkatkan perhatian mereka terhadap penyelesaian tugas siswa di rumah. Agar dapat menyusun hipotesis tindakan dengan tepat, guru dapat melakukan:

 

.. Kajian teoretik di bidang pembelajaran pendidikan

.. Kajian hasil – hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan

.. Diskusi dengan rekan – rekan sejawat, pakar pendidikan, peneliti lain, dan sebagainya.

.. Kajian pendapat dan saran pakar pendidsikan khususnya yang dituangkan dalam bentuk program, dan

.. Mereflesikan pengalamannya sendiri sebagai guru

 

Dari hasil kajian tersebut dapat diperoleh landasan untuk membangun hipotesis tindakan. Beberapa, hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut:

 

.. Rumusan alternatif indakan perbaikn berdasarkan hasil kajian. Dengan kata lain, alternatif tindakan perbaikan hendaknya mempunyai landasan yang mantap secara konseptual.

.. Setiap alternatif tndakan perbaikan yang dipertimbangkan perlu dikaji ulang dan dievaluasi dari segi relevansinya. Disamping itu juga perlu ditetapkan cara penilaiannya sehingga dapat menfasilitasi pengumpulan serta analisis data secara cepat namun tepat selama program tindakan perbaikan itu diimplementasikan.

.. Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan

kemampuan guru untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual.

.. Pikiran dengan seksama perubahan – perubahan ( perbaikan – perbaiakan) yang secara implicit dan dijanjikan melalui hipotesis tindakan itu, baik yang berupa proses dan hasil belajar siswa maupun tehnik mengajar guru.

 

Pada gilirannya, untuk melakukan lesson study agar menghasilkan dampak/hasil sebagaimana diharapkan diperlukan kajian mengenai kelaikan

hipotesis tindakan terlebih dahulu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji kelaikan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut:

 

Implementasi suatu lesson study akan berhasil, hanya apabila didukung oleh kemampuan dan komitmen guru yang merupakan aktornya. Di pihak lain, sebagaiman telah dikemukakan untuk pelaksanaan lesson study kadang – kadang memang masih diperlukan peningkatan kemampuan guru melalui berbagai bentuk pelatihan sebagai komponen penunjang. Selanjutnya selain persyaratan kemampuan, keberhasilan pelaksanaan lesson study juga ditentukan oleh adanya komitmen guru yang merasa tergugah untuk melakukan tindakan perbaikan. Dengan kata lain lesson study dilakukan bukan karena ditugaskan oleh atasan atau didorong oleh keinginan untuk memperoleh imbalan financial. Kemampuan siswa juga perlu

diperjhitungkan baik dari segi fisik, psikologis, dan sosial budaya maupun etik. Dengan kata lain lesson study seyogyanya tidak dilaksanakan apabila diduga akan berdampak merugikan siswa.

 

Fasilitas dan sarana pendukung yang tersedia di kelas atau sekolah juga perlu diperhitungkan sebab pelaksanaan lesson study dengan mudah dapat tersabotase oleh kekurangan dukungan fasilitas penyelenggaraan. Oleh kartena itu demi keberhasilan lesson study maka guru dan mitranya dituntut untuk dapat mengusahakan fasilitas dan sarana yang ditentukan. lesson study juga sangat tergantung pada iklim belajar di kelas atau sekolah. Namun pertimbangan ini tentu tidak dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk mempertahankan status kuno. Dengan kata lain perbaikan iklim belajar di kelas dan di sekolah memsng justru dapat dijadikan sebagai salah satu sasaran lesson study.

 

Karena sekolah juga merupakan sebuah organisasai, maka selain iklim belajar, iklim kerja sekolah juga menentukan keberhasilan penyelenggaraan lesson study. Dengan kata lain dukungan dari kepala sekolah serta rekan sejawat guru dapat memperbesar peluang keberhasilan lesson study. Selain itu semua tim lesson study juga perlu membahas secara mendalam tentang kemungkinan konsekuensi alasan dilakukannya tindakan yang harus diantisipasi. Demikian pula kemungkinan timbulnya masalah baru dengan adanya kegiatan di kelas. Atas dasar berbagai pertimbangan di atas maka pelaksana dapat secara lebih cermat menyusun rencana yang akan dilakukan.

 

Kata kunci: lesson study, dokumentasi, pengambilan gambar

One response to “Lesson Study: Fokus Pengambilan Gambar Pada Tahap Pelaksanaan (do)

  1. saya akan mengedit tulisan ini sebagai bahan untuk membuat makalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s