LESSON STUDY dan DAUR STUDY

LESSON STUDY dan DAUR STUDY

 

Daur Studi Pembelajaran Berorientasi pada Praktik

1. Membentuk Kelompok Lesson study

 Setidak-tidaknya ada empat kegiatan yang perlu dilakukan dalam membentuk kelompok lesson study. Keempat kegiatan tersebut adalah (1) merekrut anggota kelompok, (2) menyusun komitmen tentang tugas-tugas yang harus dilakukan, (3) menyusun jadwal pertemuan, dan (4) membuat aturan-aturan kelompok.  Anggota kelompok lesson study pada dasarnya dapat direkrut dari guru, dosen, supervisor akademik, pejabat pendidikan, dan/atau pemerhati pendidikan. Yang sangat penting adalah mereka mempunyai komitmen, minat, dan kemauan untuk melakukan inovasi dan memperbaiki kualitas pendidikan. Setiap anggota kelompok lesson study harus memiliki komitmen, agar dia menyiapkan waktu khusus untuk mewujudkan atau mengimplementasikan lesson study. Para anggota kelompok ini biasanya menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin baik mingguan, bulanan, semesteran, maupun tahunan dalam satu tahun ajaran tertentu. Di samping itu, mereka juga bisa bertindak sebagai guru untuk melakukan suatu research lesson.

 

 Seperti dikemukakan di atas, pertemuan-pertemuan anggota kelompok diperlukan adanya jadwal yang harus ditaati oleh setiap anggota kelompok. Jadwal itu mengatur semua tugas yang terkait dengan kegiatan anggota kelompok, termasuk tugas mengajar rutin. Anggota kelompok yang bertugas sebagai guru tentu saja tidak boleh meninggalkan kelas mengajarnya, sehingga kegiatan lesson study tidak mengganggu tugas pokok mengajar. Oleh karena itu, dalam menyusun jadwal pertemuan hharus mempertimbangkan tugas pokok mengajarnya, agar tugas pokok tersebut tidak ditinggalkan.

 

 2. Memfokuskan Lesson study

 

Pada langkah ini ada tiga kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu menyepakati tema permasalahan, fokus permasalahan, atau tujuan utama pemecahan masalah, memilih subbidang studi, serta memilih topik dan unit pelajaran. Terkait dengan penentuan tema permasalahan suatu lesson study, kita perlu memperhatikan tiga hal. Pertama, bagaimana kualitas aktual para siswa saat sekarang? Kedua, bagaimana kualitas ideal para siswa yang diinginkan di masa mendatang? Ketiga, adakah kesenjangan antara kualitas ideal dan kualitas aktual para siswa yang menjadi sasaran lesson study? Kesenjangan inilah yang dapat diangkat menjadi bahan tema permasalahan.

 

Mata pelajaran yang digunakan untuk lesson study ditentukan oleh anggota kelompok lesson study. Anggota kelompok bisa memilih, misalnya mata pelajaran IPA, Bahasa, atau Matematika, dan sebagainya sesuai dengan minat para anggota. Sebagai panduan untuk memilih mata pelajaran, kita dapat menggunakan tiga pertanyaan berikut. Pertama, mata pelajaran apa yang paling sulit bagi siswa?. Kedua, mata pelajaran apa yang paling sulit diajarkan oleh guru?. Ketiga, mata pelajaran apa yang ada pada kurikulum baru yang ingin dikuasai dan dipahami oleh guru?.

 

Setelah menentukan mata pelajaran, langkah berikutnya adalah memilih topik dan pembelajaran. Topik yang dipilih sebaiknya adalah topik yang menjadi dasar bagi topik-topik berikutnya, topik yang selalu sulit bagi siswa atau tidak disukai siswa, topik yang sulit diajarkan atau tidak disukai oleh guru, atau topik yang baru dalam kurikulum. Topik dipilih harus sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh siswa. Berdasarkan kompetensi dasar ini kita menyusun pembelajaran yang akan menunjang tercapainya kompetensi tersebut.

 

3. Merencanakan Pembelajaran

Di dalam merencanakan pembelajaran (instructional improvement), di samping mengkaji pembelajaran-pembelajaran yang sedang berlangsung, kita perlu mengembangkan suatu rencana untuk memandu belajar (plan to guide learning). Rencana itu akan memandu proses pembelajaran, pengamatan, dan diskusi tentang pembelajaran serta mengungkap temuan yang akan muncul selama lesson study berlangsung. Rencana untuk memandu belajar itu merupakan suatu hal yang kompleks. Suatu rencana pembelajaran diharapkan akan menjawab pertanyaan yang sangat penting, yaitu “perubahan-perubahan apa yang akan terjadi pada siswa selama pelajaran berlangsung dan apa yang akan memotivasi mereka.

 

Daftar pertanyaan berikut mungkin dapat membantu untuk memandu perencanaan pembelajaran (Lewis, 2002).

1. Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini?

2. Apa yang kita inginkan dari siswa untuk dipahami pada akhir pembelajaran?

3. Rentetan pertanyaan dan pengalaman apa yang akan mendorong para siswa untuk berpindah dari pemahaman awal menuju pemahaman yang diinginkan?

4. Bagaimana para siswa akan menjawab pertanyaan dan aktivitas apa yang dilakukan siswa pada pembelajaran tersebut? Apakah terdapat masalah dan miskonsepsi yang akan muncul? Bagaimana guru akan menggunakan idea dan miskonsepsi untuk meningkatkan pembelajaran tersebut?

5. Apa yang akan membuat pembelajaran ini mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa?

6. Apakah diperlukan bukti tentang belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang perlu dikumpulkan, yang nantinya dapat didiskusikan dalam kegiatan refleksi? Bagaimanakah format pengumpulan data yang diperlukan? Penyusunan lembar observasi untuk pengumpulan data ini merupakan suatu elemen penting yang didasarkan pada rencana pembelajaran yang telah disusun. Lembar observasi ini memandu pengamat untuk memperhatikan aspek-aspek khusus dari pelaksanaan pembelajaran. Anggota kelompok lesson study dan guru-guru biasanya diberikan tugas dan format pengumpulan data untuk membantu mereka dalam mengumpulkan data. Pengumpulan data itu biasanya dikaitkan dengan denah tempat duduk siswa, daftar anggota setiap kelompok siswa, catatan tentang pemikiran awal siswa, daftar cek untuk mencatat hal-hal penting tentang karya siswa, catatan tentang partisipasi setiap siswa dari suatu kelompok kecil, atau data lainnya yang diperlukan/mendukung.

 

Data yang dikumpulkan selama lesson study biasanya memuat bukti tentang aktivitas belajar, motivasi, dan iklim sosial. Walaupun pengumpulan data lebih difokuskan pada siswa, namun juga bisa dilakukan untuk mencatat ucapan, gerakan guru, dan waktu yang digunakan guru pada setiap elemen pembelajaran. Satu bagian penting lagi dan yang patut dipertimbangkan dalam merencanakan lesson study adalah kehadiran ahli/pakar dari luar. Mereka bisa berasal dari guru senior atau dosen yang memiliki pengetahuan tentang bidang studi yang dipelajari dan/atau bagaimana mengajar bidang studi tersebut. Keterlibatan ahli/pakar dari luar ini akan lebih efektif jika berlangsung sejak awal. Dengan cara ini, ahli/pakar tersebut mempunyai kesempatan dalam membantu merancang pembelajaran, memberi saran tentang sumber-sumber kurikulum, dan bertindak sebagai komentator dan motivator terhadap pelaksanaan lesson study.

 

4. Praktik Pembelajaran dan Observasi

Rencana pembelajaran yang telah disusun bersama diimplementasikan oleh seorang guru yang ditunjuk (disepakati) oleh kelompok dan diamati oleh guru lain dan pakar/ahli dari luar. Pengamat akan mengumpulkan data yang diperlukan selama pelajaran berlangsung. Untuk mendokumentasikan proses pelaksanaan pembelajaran biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan audiotape, videotape, handycam, kamera, karya siswa, dan catatan observasi naratif. Peranan pengamat selama lesson study adalah mengumpulkan data dan bukan membantu apalagi mengganggu siswa. Para siswa harus diberitahu lebih dahulu bahwa pengamat atau guru lain di kelas mereka itu hanya bertugas untuk mempelajari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk membantu ataupun menilai mereka.

 

Selanjutnya, setiap anggota kelompok lesson study sebaiknya diberi tugas dengan tanggung jawab tertentu. Untuk ini setiap anggota kelompok memahami isi dari semua perangkat pembelajaran yang digunakan guru, seperti rencana pembelajaran, lembar kerja siswa (LKS), teaching guide, dan lembar observasi, sehingga mereka akan lebih cermat dalam mengamatinya. 

 

5. Refleksi dan Menganalisis Pembelajaran yang Telah Dilakukan

Rencana pembelajaran yang sudah diimplementasikan perlu dilakukan refleksi dan dianalisis. Hal ini perlu dilakukan, karena hasil refleksi dan analisis tersebut dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan atau revisi rencana pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran berikutnya diharapkan akan menjadi lebih sempurna, efektif dan efisien.

Refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran sebaiknya memuat butir-butir: (1) refleksi dari guru pelaksana pembelajaran, (2) tanggapan umum dari

observer/pengamat, (3) presentasi dan diskusi tentang hasil pengolahan data dari pengamat, (4) tanggapan dan saran dari ahli/pakar.

 

Beberapa bagian penting yang berguna sebagai panduan refleksi pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut.

Pertama, guru yang melakukan pembelajaran diberi kesempatan menjadi pembicara pertama untuk mengemukakan semua kesulitan dalam pembelajarannya, kesalahan yang diperbuatnya selama pembelajaran, atau hal-hal lain yang terjadi dalam pembelajaran dan perlu dikemukakan dalam refleksi.

 Kedua, pembelajaran yang disampaikan merupakan milik semua anggota kelompok lesson study. Ini adalah pembelajaran “kita”, bukan pembelajaran “saya” ataupun pembelajaran ”Anda”, sehingga hal ini direfleksikan pada setiap anggota kelompok. Anggota kelompok bertanggung jawab untuk menjelaskan pemikiran dan perencanaan yang telah disusun bersama tersebut.

Ketiga, para guru yang merencanakan pembelajaran itu sebaiknya menceritakan mengapa mereka merencanakan itu, perbedaan antara apa yang mereka rencanakan dan apa yang sesungguhnya terjadi dalam pelaksanaan, serta aspek-aspek pelajaran yang mereka inginkan agar para pengamat mengevaluasinya.

 

Keempat, diskusi yang berfokus pada data yang dikumpulkan oleh para pengamat. Para pengamat membicarakan secara spesifik tentang kegiatan siswa dan karya siswa yang mereka catat. Pengamat tidak membicarakan tentang kualitas pelajaran berdasarkan kesan mereka, tetapi mereka membicarakan atas dasar fakta yang ditemukan.

 

Kelima, waktu refleksi bebas terbatas, oleh sebab itu hanya terdapat kesempatan yang terbatas (Lewis, 2002).

Refleksi dari pelaksanaan pembelajaran ini dilaksanakan segera, pada hari yang sama, setelah rencana pembelajaran diimplementasikan. Hal ini seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa hasil diskusi dan analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk merevisi materi pelajaran, pendekatan pembelajaran, dan media yang digunakan.

 

 6. Merencanakan Tahap-tahap Berikutnya

Dalam merefleksikan lesson study, hal yang perlu dilakukan adalah memikirkan tentang apa-apa yang sudah berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana dan apa-apa yang masih perlu diperbaiki. Sekarang tiba saatnya untuk berpikir tentang apa yang harus dikerjakan selanjutnya oleh kelompok lesson study. Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pembelajaran ini menjadi lebih baik? Apakah anggota-anggota yang lain dari kelompok lesson study ini berkeinginan untuk mengujicobakan pembelajaran ini pada kelas mereka sendiri? Apakah anggota kelompok lesson study puas dengan pelaksanaan lesson study dan operasional kelompok? (Lewis, 2002).

 

Pertanyaan-pertanyaan berikut juga dapat membantu dalam melakukan refleksi terhadap siklus lesson study maupun memikirkan langkah yang akan dilakukan berikutnya. Pertanyaan tersebut (menurut Lewis, 2002), antara lain :

a. Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan bersama?

b. Apakah lesson study membimbing kita untuk berpikir dengan cara baru tentang praktek pembelajaran sehari-hari?

c. Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita tentang materi pelajaran serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa?

d. Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi kita dalam meningkatkan keprofesionalan kita?

e. Apakah pelaksanaan lesson study yang dilakukan secara kolaboratif/bersama-sama merupakan suatu kerja yang produktif dan suportif?

f. Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran secara menyeluruh melalui pelaksanaan lesson study?

g. Apakah semua anggota kelompok kita merasa terlibat dan berguna?

h. Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi atau manfaat dari hasil pelaksanaan kegiatan lesson study kita?

 

Kata kunci: lesson study, tahapan lesson study, siklus lesson study

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s